Kamis, 24 Oktober 2019

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA


PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Wulan Roudhotul Nasikhah

Jurusan Administrasi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145



Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanan SDM di SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pihak yang terlibat dalam perencanaan SDM; (2) langkah perencanaan SDM; (3) prinsip perencanaan SDM; (4) waktu proses perencanaan SDM; dan (5) strategi dalam penyusunan perencanaan SDM.

Kata kunci: perencanaan, sumber daya manusia, sekolah

Abstract:  This study aims to describe HR planning in Junior high school 4 Malang. This study uses a qualitative approach. Data was collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results of the study show: (1) parties involved in HR planning; (2) HR planning steps; (3) HR planning principles; (4) HR planning process time; and (5) strategies in preparing HR planning.

Keywords: planning, human resources, school


Perencanan sumber daya manusia secara sistematis meramalkan kebutuan organisasi di masa yang mendatang dalam menghadapi persaingan era globalisasi yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, suatu organisasi perlu menyusun dan memanajemen rencana Sumber Daya Manusia secara sinergis guna mempersiapkan kompetensi dan kemampuannya untuk bersaing dengan negara maju. Menurut Sopiah (2002:42) perencanaan Sumber Daya Manusia secara sistematis meramalkan kebutuhan organisasi di masa mendatang dan supply dari pegawai. Apabila organisasi tidak mendapatkan staff dengan jumlah orang yang sesuai, maka tujuan-tujuan yang strategis, operasional, dan fungsional bisa gagal dalam meneliti persaingan era global yang saat ini terus berkembang. Menurut Sedarmayanti (2017:131) perencanan pendidikan adalah kegiatan untuk mengantisipasi pemerintah atau kebutuhan dan suplai tenaga kerja organisasi di masa yang akan datang. Dengan demikian perencanan sumber daya manusia adalah usaha untuk menetukan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan luas, trampil dan memiliki kehlian yang responsive dalam bidangnya serta mampu bersaing dengan berbagai negara asing.
Menurut Sunarta (2010:3) menyatakan tujuan perencanaan SDM adalah  untuk mempergunakan SDM seefektif mungkin agar memiliki sejumlah pekerja yang memenuhi persyaratan/kualifikasi dalam mengisi posisi yang kosong kapanpun dan apapun posisi tersebut. Dengan tersedianya informasi tentang kebutuhan dan kualifikasi yang diinginkan, maka dalam pelakasanaan rekrutmen, seleksi, penempatan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemberian kesejahteraan karyawan akan lebih mudah dan terkendali. Dengan demikian tujuan dari SDM yakni untuk menyeimbangkan SDM sesuai dengan kapasitas dan potensi kerja yang dimiliki secara terstruktur antara kebutuhan dan ketersedian pekerjaan yang dibutuhkan.
Menurut Sopiah (2002:43) manfaat yang diperoleh untuk kepentingan dari perencanan SDM diantaranya: (1) kepentingan individu yaitu perencanan sumber daya manusia sangat penting bagi setiap individu karyawan, karena dapat membantu meningkatkan potensinya, (2) kepentingan organisasi yaitu untuk mendapatkan calon pegawai yang memenuhi kulifikasi, dan (3) kepentingan nasional yaitu untuk mengetahui pegawai yang memiliki potensi tinggi sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan poduktivitas nasional.
Menurut Simamora (1997:73) dalam praktek pelaksanaan perencanaan SDM yang efektif, pada era global seperti sekarang ini tantangan yang harus dihadapi antara lain: (1) mempertahankan keunggulan kompetitif; (2) mendukung keseluruhan strategi bisnis; (3) menghindari konsentrasi berlebihan pada masalah-masalah harian; (4) menyusun strategi-strategi SDM yang sesuai dengan karakteristik-karakteristik unik organisasi; (5) menanggulangi perubahan lingkungan; (6) menyita komitmen manajemen; (7) menterjemahkan rencana strategic ke dalam tindakan; (8) mengakomodasikan perubahan-perubahan. Selain itu ada juga beberapa tantangan dalam hambatan perencanan SDM. Menurut Sophia (2002:44) tantangan perencanan SDM meliputi: (1) tantangan eksternal; (2) keputusan-keputusan organisasi; dan (3) faktor-faktor tenaga kerja.
Menurut Sophia (2002:46) ada dua jenis supply sumber daya manusia yang meliputi: internal dan eksternal. Supply internal meliputi karyawan yang ada diproyeksikan, ditrasfer, atau diturunkan untuk mengisi kesempatan yang ada. Supply eksternal berasal dari luar organisasi. Dengan demikian dapat di paparkan bahwa supply internal meliputi karyawan yang diberikan kesempatan untuk mengembagkan kemampuannya. Sedangkan supply ekternal yakni sesorang yang berada di luar organisasi untuk membantu dan mengemngkan organisasi tersebut.

METODE
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala SMPN 4 Malang.  Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui secara mendalam tentang perencanaan manajemen sumber daya manusia yang terdapat di SMPN 4 Malang. Kepala sekolah merupakan informan kunci terkait perencanaan manajemen sumber daya manusia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis, kemudian data disajikan dan ditarik kesimpulan. Untuk memperoleh keabsahan data, peneliti menggunakan kriteria yakni keterpercayaan sumber dan metode, kecukupan bahan referensi, dan kepastian.

HASIL
Berdasarkan data yang ditemukan peneliti melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait perencanaan sumber daya manusia yang terdapat di SMPN 4 Malang diperoleh temuan-temuan. Di SMPN 4 Malang melakukan proses perencanaan sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya manusia merupakan kegiatan merencanakan kebutuhan sumber daya manusia dimasa yang akan datang dari segi proyeksi kebutuhan, dan proyeksi pengembangan. Unsur yang harus terpenuhi dari SDM yakni menyempurnakan kekurangan yang diperoleh berdasarkan evaluasi dan monitoring. Perencanaan dilakukan secara bersama-sama, biasanya oleh para staff sekolah. Langkah-langkah perencanaan SDM yaitu melalui evaluasi dari kegiatan tahun kemarin kemudian direncanakan kedepan, yang perlu diubah dan yang perlu dikembangkan. Prinsip perencanaan SDM yakni keberhasilan sebuah program harus lebih baik kedepannya.
Hambatan perencanaan SDM biasanya berhubungan dengan pembiayaan, dan pengembangan SDM . Di SMPN 4 Malang diadakan pelatihan-pelatihan bagi SDM dengan melakukan rapat rutin untuk pengembangan, biasanya rapat diadakan satu bulan bisa dua kali, dan kalau di awal semester itu ada rapat khusus. Kualitasnya SDM di SMPN 4 Malang sudah sesuai dengan standarnya, jadi guru ngajarnya sesuai dengan jurusannya. Kunci untuk meningkatkan kinerja SDM adalah dengan pengerjaannya dijalankan secara bersama-sama, dan dilakukan sebuah pembinaan. Aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan SDM di sekolah ini yakni melakukan perencanaan anggaran sekolah (RKAS), perencanaan kegiatan diluar sekolah, dsb.
Sasaran yang ingin dicapai yaitu untuk muwujudkan tujuan, visi, dan misi sekolah. Yang mendukung adanya proses perencanaan SDM adalah keinginan bersama untuk memajukan dan mencapai visi, misi sekolah. Prosedur atau proses dalam melakukan SDM di sekolah ini berdasarkan evaluasi, monitoring, dan untuk mengetahui hambatannya, kelemahan dan kekuranganny. Kelemahan : ketidaksamaan syarat, pandangan, kemampuan, karakter. Keuntungan dilakukannya evaluasi SDM yakni sebagai pedoman dalam hal menetapkan program ketenagakerjaan dan sebagai dasar acuan dalam menilai kinerja guru maupun tenaga kependidikan. Jika di sekolah ini kekurangan pendidik atau tenaga kependidikan yang diangkat secara langsung oleh pemerintah dalam artian sudah PNS maka sekolah berupaya melakukan pengrekrutan setelah itu dilakukan pembinaan dan pemilihan bersama, serta diikutkan penataran, dsb. Di SMPN 4 Malang banyak guru non PNS ada 11 orang, untuk merencanakan itu semua dilakukan pengrekrutan sesuai dengan kekurangan guru bidang mata pelajaran. Proses perencanaan SDM dilakukan diawal sebelum tahun ajaran baru. Strategi-strategi dalam penyusunan perencanaan SDM yaitu dengan cara diumumkan siapa yang punya rancangan untuk kedepannya. Evaluasi proses perencanan SDM dilakukan setahun sekali sebelum ajaran baru.

PEMBAHASAN
Di SMPN 4 Malang telah melakukan proses perencanaan sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya manusia sendiri adalah kegiatan merencanakan kebutuhan sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Perencanaan dilakukan secara bersama-sama biasanya oleh para staff sekolah. Waktu pelaksanaannya diawal tahun sebelum tahun ajaran baru. Biasanya pihak sekolah melakukan rapat rutin untuk pengembangan, biasanya rapat diadakan dalam satu bulan dua kali, dan kalau di awal semester itu ada rapat khusus.
Dalam melakukan suatu perencanaan sumber daya manusia maka setiap organisasi atau suatu lembaga pendidikan haruslah memiliki perencanaan sumber daya manusia yang matang, karena hal tersebut sangat penting bagi proses memajukan suatu organisasi atau suatu sekolah. Manusia adalah faktor terpenting dalam proses mendukung perencanaan sumber daya manusia. Oleh karena itu peran manusia sangat dibutuhkan dalam perencanaan sumber daya manusia agar tujuan yang diinginkan tepat dan sesuai.
Faktor yang mempengaruhi adanya perencanaan sumber daya manusia yaitu untuk mendukung adanya proses perencanaan sumber daya manusia sebagai keinginan bersama untuk memajukan dan mencapai visi, misi sekolah. Di SMPN 4 Malang ini memiliki banyak sumber daya manusia baik pendidik maupun tenaga kependidikan dan haruslah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan tepat sasaran. Mengingat visi dan misi yang amat berat untuk dapat dicapai oleh SMPN 4 Malang, maka dalam hal ini kualitas sumber daya manusia sangat berperan penting dalam perencanaan sumber daya manusia yang tepat sasaran dalam melakukannya.
Kualitas SDM di SMPN 4 Malang ini sudah sesuai dengan standarnya. Dalam menjalankan tugasnya baik dari segi pendidik maupun tenaga kependidikan sudah sesuai dengan tujuan, dan fungsinya masing-masing. Dalam hal ini cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan melakukan pelatihan-pelatihan baik workshop maupun seminar pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, di SMPN 4 Malang juga menerapkan beberapa prinsip dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu dengan cara melakukan prinsip keberhasilan sebuah program kedepannya harus lebih bagus dan baik dalam pengembangan sumber daya manusia yang lebih maju untuk mencapai tujuan, visi, dan misi sekolah. Sehingga muncullah kulalitas sumber daya manusia yang tepat dan sesuai dengan tujuan pendidikan
Untuk proses perumusan perencanaan sumber daya manusia dijalankan secara bersama-sama, dan dilakukan sebuah pembinaan. Salah satu contoh aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan sumber daya manusia di sekolah ini perencanaan anggaran sekolah (RKAS), perencanaan kegiatan diluar sekolah, dsb. Perencanaan sumber daya manusia di sekolah ini dilihat dari segi pengrekrutan guru atau tenaga pendidikan adalah dilakukannya pengrekrutan sesuai dengan kekurangan guru bidang mata pelajaran di sekolah.
Adapun tujuan dan manfaat dilakukannya perencanan sumber daya manusia di SMPN 4 Malang ini adalah untuk merencanakan kebutuhan dimasa datang, baik dari segi proyeksi kebutuhan, maupun dari segi proyeksi pengembangan. Namun ada tujuan lain yang dilakukan di SMPN 4 Malang ini adalah untuk membantu menentukan tujuan pendidikan, termasuk perencanaan kerja oleh guru maupun tenaga kependidikan dan tujuan tindakan afirmatif. Tindakan afirmatif disini maksudnya adalah untuk meningkatkan proses keberhasilan tujuan suatu lembaga pendidikan, baik secara visi maupun misi. Tujuan selanjutnya adalah untuk melihat pengaruh program dan kebijakan alternatif suatu sumber daya manusia yang dalam pelaksanaannya untuk menunjang keefektifan suatu tujuan organisasi.
Manfaat dari diadakannya perencanaan sumber daya manusia adalah memperbaiki penggunaan sumber daya manusia dan memadukan kegiatan dan tujuan pendidikan dimasa yang akan datang. Selain itu juga untuk melakukan pengrekrutan tenaga kerja baru sesuai dengan sumber daya yang dibutuhkan disekolah tersebut dan membantu program penarikan tenaga kerja, baik pendidik maupun tenaga kependidikan.
Ada beberapa unsur yang diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia yaitu:
1.      Tujuan
Bahwa setiap organisasi mempunyai tujuan dan sasaran bagaimana mereka beroperasi. Di SMPN 4 Malang ini sasaran yang ingin dicapai dalam proses perencanaan sumber daya manusia adalah untuk muwujudkan tujuan, visi, dan misi sekolah.
2.      Perencanaan Organisasi
Perencanaan ditujukan untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Perencanaan harus mendukung fungsi-fungsi yang lain, seperti: pengorganisasian, susunan kepegawaian, kepemimpinanan, dan pengendalian. Beberapa jenis perencanaan yang ada di SMPN 4 Malang adalah menentukan misi, tujuan, kebijakan, prosedur, aturan, program, dan anggaran.
3.      Audit sumber daya manusia
Dalam hal ini pemeriksaan kualitas sumber daya manusia sangat ditekankan, karena kualitas sumber daya manusia sangat berperan penting dalam memajukan suatu organisasi. Di SMPN 4 Malang ini kualitas sumber daya manusianya sudah sesuai standar.
4.      Peramalan sumber daya manusia
Meramalkan kebutuhan tenaga merupakan hal terpenting dan juga hal tersulit dilakukan. Pertama mengidentifikasi berbagai kendala yang mempengaruhi permintaan, baik faktor yang mempengaruhi lansung maupun faktor tidak langsung atau perubahan lingkungan eksternal. Proses pengrekrutan sumber daya manusia di SMPN 4 Malang dilakukan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan profesinya.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam perencanaan sumber daya manusia adalah dengan dilakukannya evaluasi dari kegiatan tahun kemarin, kemudian direncanakan kedepannya seperti apa dan apa yang perlu diubah dan dikembangkan. Selain itu terdapat prosedur atau proses dalam melakukan perencanan sumber daya manusia yaitu dilihat berdasarkan evaluasi, monitoring, hambatan, kelebihan dan kelemahan. Proses evaluasi disini dilakukan setahun sekali sebelum tahun ajaran baru. Keuntungan dilakukannya evaluasi perencanaan sumber daya manusia adalah sebagai pedoman dalam hal menetapkan program ketenagakerjaan dan sebagai dasar acuan dalam menilai kinerja guru maupun tenaga kependidikan.
Adapun strategi-strategi yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan sumber daya manusia adalah dengan cara diumumkan atau dipublish siapa yang punya rancangan untuk menentukan sumber daya manusia kedepannya. Namun dalam hal ini ada hambatan yang timbul dalam perencanaan sumber daya manusia yaitu: (1) berhubungan dengan pembiayaan, dan pengembangan sumber daya manusia; (2) tujuan yang tidak tepat; (3) sistem kompensasi yang tidak tepat; (4) lingkungan eksternal yang kompleks dan dinamis; dan (4) kondisi persaingan yang semakin tajam.
Salah satu cara mengatasi hambatan perencanaan sumber daya manusia tersebut adalah memahami tujuan perencanan dan proses penetapan tujuan. Hendaknya rencana dan tujuan yang dibuat oleh kepala sekolah dikomunikasikan ke bawahannya dan melibatkan bahawannya dalam proses pengambilan keputusan. Komunikasi dan partisipasi dapat meningkatkan komitmen dalam pelaksanaan perencanaan. Konsistensi antara tujuan yang lebih tinggi dan tujuan yang lebih rendah, hendaknya dijaga. Karena merupakan proses yang dinamis, perbaikan dan revisi perlu dilakukan melalui interval waktu yang pendek.

KESIMPULAN DAN SARAN
            Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka peneliti menyimpulkan bahwa perencanaan sumber daya manusia di SMPN 4 Malang sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada di SMPN 4 Malang. proses perencanaan Sumber Daya Manusia dilakukan bersama-sama dengan warga sekolah baik pendidikan maupun tenaga kependidikan pada awal tahun atau awal semester sebelum tahun ajaran baru. Sasaran yang ingin dicapai dalam proses perencanaan Sumber Daya Manusia yaitu untuk muwujudkan tujuan, visi, dan misi sekolah. Sedangkan faktor yang mendukung adanya proses perencanaan Sumber Daya Manusia adalah keinginan bersama untuk memajukan dan mencapai visi, misi sekolah. ada beberapa kelemahan dalam merencanakan sumber daya manusia yaitu  ketidaksamaan syarat, pandangan, kemampuan, dan karakter. sedangkan untuk keuntungannya adalah sebagai pedoman dalam hal menetapkan program ketenagakerjaan dan sebagai dasar acuan dalam menilai kinerja guru maupun tenaga kependidikan. Di SMPN 4 Malang ini kualitasnya Sumber Daya Manusianya sudah sesuai dengan standar.
            Dalam hal ini penulis merekomendasikan sebaiknya SMPN 4 Malang melakukan kontrol terhadap kinerja Sumber Daya Manusia dengan menggunakan pengamatan berjenjang. Karena tidak menuntut kemungkinan faktor personal Sumber Daya Manusia mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pengamatan, khususnya untuk Sumber Daya Manusia yang baru yang belum begitu memahami budaya dan komunikasi Sumber Daya Manusia lainnya yang sudah lebih lama berada di SMPN 4 Malang, sehingga tidak ada lagi kelemahan-kelemahan dalam hal perbedaan pendapat.


DAFTAR RUJUKAN
Sedarmayanti. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan Manajemen
Pegawai Negeri Sipil. Bandung: PT Refika Aditama.
Simamora, H. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.
Sopiah. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia (Jilid 1). Malang: UM Press.
Sunarta. 2010. Perencanaan Sumber Daya Manusia(Kunci Keberhasilan Organisasi). Jurnal
publikasi: FISE Universitas Negeri Yogyakarta



Selasa, 15 Oktober 2019

STUDI KASUS ANAK KESULITAN BELAJAR BERHITUNG




STUDI KASUS ANAK KESULITAN BELAJAR BERHITUNG

Hasil Observasi
Hasil rekaman wawancara dengan konseli
Tgl                   : 21 April 2018
Waktu                         : 18.00 WIB sampai selesai
Tempat            : Rumah Pengasuh
Pertanyaan
Jawaban
Apakah adik punya masalah dalam belajar?
Iyah ada kak
Misalnya masalah apa kalau kakak boleh tahu?
Tidak bisa mengerjakan PR
Memang pelajaran yang seperti apa yang biasanya menurut Adik sulit diterima?
Pelajaran yang hitung-hitungan kak
Misalnya pelajaran apa?
Matematika itu, Kak. Sulit sekali.
Oh, berarti gurunya Adik terlalu cepat kalau menjelaskan materinya?
Iya, Kak.
Selain gurunya yang terlalu cepat dalam menyampaikan materinya, terus apalagi yang membuat adik kesulitan belajar?
Atau mungkin kalau adik di kelas itu sering bicara sendiri sama teman di sebelah Adik?

Susah sekali kalau mau memahami materi pelajaran matematika seperti FPB dan KPK. Biasanya saya memang bicara sendiri dengan teman di sebelah saya.
Adakah rasa cemas atau takut yang dialami adik karna sering tidak memperhatikan guru ketika menjelaskan?
Ya pasti ada rasa takut kak, ketika saya berbicara dengan teman dan akhirnya guru menunjuk saya untuk mengerjakan soal di depan dan saya tidak bisa mengerjakannya.




CATATAN OBSERVASI

No.

Tingkah Laku Yang Diamati
Alternatif
Sering
Kadang-kadang
Tidak Pernah
Catatan
1
Siswa merasa cemas saat mengikuti ujian

ü   

Siswa harus belajar agar waktu ujian tidak cemas, karena kecemasan saat ujian disebabkan karena kita tidak bisa menjawab sol-soal
2
Siswa pada saat di kelas sering ramai

ü   

Sebaiknya siswa harus memperhatikan saat guru sedang menjelaskan. Apabila diajak temannya gobrol lebih baik di hiraukan.
3.
Pada saat guru selesai menjelaskan siswa aktif bertanya


ü   
Keaktifan dalamkelas perlu ditingkatkan
4.
Pada saat guru menanyakan pertanyaan, siswa keringat dingin, kaki gemeteran
ü   


Keringat dingin dan kaki gemetaran disebabkan karena siswa tidak bisa menjawab. Untuk itu ketika guru menjelaskan harus didengarkan sebaik mungkin.
5.
Pada saat di rumahnya siswa sering pelupa
ü   
ü   

Setelah mendapat materi dari sekolah, ketika di rumah harus di pelajari lagi agar tidak lupa


A.    Analisis
Dalam identifikasi kasus ini, dimana teridentifikasi adalah salah seorang murid kelas V MI Darussalam Pejangkungan Sidoarjo. Didalam pengumpulan data saya memperoleh data tentang kesulitan belajar tersebut menggunakan metode observasi dan home visit dengan cara mengamati dan mengunjungi tempat tinggal anak tersebut. Dengan melakukan kedua metode tersebut dapat merumuskan permasalahan yang di alami anak, bahwa dalam proses belajar anak memiliki masalah belajar menghitung dalam pelajaran matematika. Siswa yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.      Biodata Anak
Nama lengkap                               : Arin Anggraeni
Nama panggilan                            : Arin
Tempat / Tanggal lahir                  : Sidoarjo, 02 September 2006
Jenis Kelamin                                : Perempuan
Agama                                           : Islam
Kewarganegaraan                         : Indonesia
Anak ke                                         : 1 (pertama)
Jumlah saudara                             
a. Kandung                                   :   -
b. Tiri                                             :   -
c. Angkat                                      :   -
Bahasa sehari-hari di rumah          : Indonesia
Keadaan jasmani                           : Sehat
Berat badan                                   : 35 Kg
Tinggi Badan                                :   -
Golongan darah                            :   -
Penyakit yang pernah diderita      :   -
Alamat rumah                               : Ds. Pejangkungan RT. 13 RW. 03 Kec.                                                             Prambon Kab. Sidoarjo
Bertempat tinggal pada                 : Orang tua
Adapun beberapa masalah kesulitan dalam belajarnya yang dimiliki anak antara lain:
1.      Anak tidak mau belajar secara mandiri.
2.      Anak sering memiliki kebiasaan yang kurang baik dalam hal proses belajar.
3.      Sulit memahami materi pelajaran yang di berikan oleh guru terutama pada pelajaran matematika.
4.      Siswa selalu tertinggal dari temanya yang berkaitan tentang masalah belajarnya.
5.      Siswa sering mendapatkan nilai yang kurang memuaskan.
6.      Sering mengutamakan kegiatan bermain dari pada belajar.
7.      Kurangnya perhatian orangtua tentang perkembangan belajar anak.
B.     Sintesis
Arin adalah anak dari ibu Sugiyanti, Arin merupakan siswi kelas V di MI Darussalam Pejangkungan Sidoarjo. Ia bermasalah di rumah maupun di kelasnya yaitu karena malas dan kurang motivasi untuk belajar. Padahal waktu masih TK dia sering mendapatkan juara kelas. Tetapi setelah menginjak usia SD anak tersebut prestasi belajarnya menurun. Informasi yang didapat dari pengasuhnya bahwa anak tersebut semakin bertambahnya usia, anak itu semakin tidak nurut apalagi dalam hal belajar. Lebih suka bermain HP dari pada harus belajar. Ketika disuruh belajar anak itu selalu saja banyak alasan dan lebih memilih pergi bermain dengan teman-temannya. Mungkin karena yang menyuruh itu pengasuhnya sehingga tidak ada rasa takut sedikitmu dalam diri anak. Ketika di rumah orang tuanya pun tidak pernah menyuruh untuk belajar, anak dibiarkan bebas. Berdasarkan hasil pengamatan diperkirakan jenis masalah yang dihadapi Arin yaitu kurangnya motivasi belajar dan perhatian orang tua.
Dari informasi yang didapat, Arin merupakan anak tunggal dengan kedua orang tua yang sama sama sibuk bekerja. Ayah dan ibunya bekerja di pabrik sehingga dari kecil Arin diasuh oleh tetangganya. Secara finansial orang tua sangat mencukupi kebutuhannya. Arin sangat dimanja sama orang tuanya, mungkin karena orang tuanya tidak bisa memberi kasih sayang penuh sehingga kasih sayangnya dilontarkan dengan cara memanjakan anaknya. Kemudian yang menyebabkan Arin malas karena faktor kemampuan berhitung Arin yang minim dan minat dalam belajar tidak ada. Ini semua yang menyebabkan Arin malas dan kurang motivasi dalam belajar.
Perilaku bermasalah yang dilakukan oleh Arin tidak semata-mata terjadi begitu saja dengan sendirinya, ada faktor-faktor yang melatar belakanginya yaitu:
a.       Faktor dari dalam (internal) :
-          Minimnya kemampuan yang dimiliki.
-          Minat untuk belajar kurang.
-          Kurangnya motivasi dan kasih sayang terhadap orang tua.
-          Kurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
b.      Faktor dari luar (eksternal) :
-           Faktor Keluarga
Ayah dan ibu Arin bekerja dari pagi sampai sore. Setelah pulang kerja ibu Arin juga mengurusi pekerjaan rumah. Sehingga ibunya hanya memasrahkan anaknya kepada pengasuhnya. Hal itu menyebabkan Arin kurang motivasi belajar dan perhatian serta kasih sayang dari keluarganya.
C.    Diagnosis
Setelah melihat data-data dan mendapat hasil observasi dan home visit, dapat dilihat bahwa latar belakang keluarga yang kedua orang tuanya sama sama bekerja. Akhirnya anak tersebut diasuh dengan tetangganya sehingga anak tersebut tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya. Orang tuanya hanya memperhatikan anaknya secara materi saja dalam hal lain orang tuanya belum seberapa memperhatikan, mungkin karena faktor kerja. Ketika di rumah anak tersebut juga jarang diperhatikan belajarnya. Dan perhatian khusus kedua orang tuanya tentang perkembangan belajarnya pun jarang. Ibunya sendiri yang hanya menghabiskan waktu nya di pabrik mencari nafkah dan sibuk mengurus pekerjaan rumah. Walaupun sebenarnya masih ada waktu banyak untuk meluangkan waktu untuk memperhatikan belajar anaknya, namun itupun tidak dilakukan. Mungkin karena faktor pekerjaan dari pagi sampai sore sehingga orang tua males untuk membimbing belajar anaknya.
D.    Prognosis       
Dari kasus tersebut maka anak sedang mengalami masalah yaitu kurang motivasi untuk belajar karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Dari rumusan, jenis, dan bentuk masalah yang sedang dihadapi anak, maka dibuat alternatif yaitu berupa tindakan bantuan seperti diberikannya motivasi yang cukup dan juga kasih sayang kepada anak baik orang tua, guru, teman, dan orang-orang yang ada disekitarnya. Terutama yang paling berpengaruh disini perhatian dari pihak orang tua sangat diperlukan. Tindak lanjut untuk mengatasi masalah yang dihadapi adalah:
a.       Guru harus berkomunikasi dengan orang tua dan bekerja sama untuk melihat perkembangan anak selanjutnya.
b.      Orang tua harus lebih memperhatikan anak agar tidak lagi malas dan orang tua harus mampu memotivasi belajar anaknya.
c.       Diberi motivasi dan dorongan agar anak bisa terbuka dan mudah berinteraksi dengan orang lain.
d.      Anak harus optimis bahwa dia bisa seperti teman-temanya yang berhasil.
e.       Adapun cara alternatif untuk membantu menyelesaikan masalahnya dalam bidang akademiknya dengan memberikan pelatihan sebagai berikut :
No
Minggu ke-
Materi
Layanan
1
Pertama
Pelatihan penjumlahan, pengurangan, penjumlahan dan pembagian
Bimbingan Pribadi
2
Pertama
Pengerjaan mengukur Sudut
Bimbingan Pribadi
3
Kedua
Pengerjaan Hitung Bilangan Bulat
Bimbingan Pribadi
4
Kedua
Pengukuran Volume
Bimbingan Pribadi

E.     Treatment
Dari alternatif penyelesaian tersebut, yang sudah di implementasikan kepada siswa, yakni :
1.      Memberikan dorongan dan nasehat agar siswa mempunyai motivasi untuk belajar matematika
2.      Siswa sudah mulai mengatur waktu untuk belajar dan bermain
3.      Siswa sudah mulai untuk mengungkapkn keluh kesahnya dengan orang dekat tentang masalah yang dihadapinya
4.      Siswa berusaha untuk berbicara dengan orang tua (ibu) tentang masalah yang dihadapi
F.     Follow Up
Usaha yang di lakukan guru BK untuk mengikuti perkembangan peserta didik setelah peserta didik mengambil suatu keputusan sendiri untuk bertindak. Selain itu dalam upaya tindak lanjut guru juga mengevaluasi keberhasilan atau tidaknya upaya bantuan yang di berikan kepada peserta didik tentang masalah pribadi, belajar dan juga sosial yang di hadapi.
Untuk mengatasi masalah pribadi peserta didik, guru dapat memberikan motivasi dan support kepada siswa agar siswa lebih termotivasi sehingga percaya dirinya bisa tumbuh.
Sedangkan untuk mengatasi masalah dalam belajarnya, guru bisa membantu membuat jadwal secara terinci yang bersifat rutinitas yang nantinya akan membantu peserta didik untuk lebih bisa memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin. Serta lebih sering menunjukan peserta didik untuk aktif dan fokus dalam mengikuti pelajaran di kelas, seperti menunjuk ke depan kelas untuk mengerjakan soal atau menjawab soal.